Postingan

Menampilkan postingan dengan label Denni Melizon

Marronggeng di Utara Pasaman Barat

Gambar
Oleh: Denni Meilizon (Penulis, Blogger, Pegiat Literasi) SORE belum terasa lindap ketika kami sampai di halaman nan asri milik sekretariat Komunitas Seni Serumpun Aur (KSA) di jantung ibukota nagari Sungai Aur Pasaman Barat. Jejeran kendaraan bermotor berselang seling dengan tanaman bunga yang beberapa sedang mekar sedang sebagian lainnya menguarkan rasa damai dengan permainan warna warni dedaunan. Bayangan pohon kelapa sawit tua tergelepar di badan jalan beraspal yang dihiasi semak serta ilalang. Di seberang jalan, sepelemparan batu saja jaraknya berdiri gagah kantor KAN Sungai Aur berarsitektur rumah gadang bergonjong enam seakan seonggok bahtera yang berlabuh di sehamparan tanah lapang yang kurang terawat. Sesekali terdengar juga raungan mesin kendaraan bermotor yang melintas di jalan raya, truk-truk sarat muatan buah kelapa sawit, bus antar kota dari dan menuju kota Padang yang tetap setia melayani rute tersebut walaupun hanya mengangkut bangku kosong belaka, ken...

Selayang Pandang ke Padang Panjang

Gambar
Oleh: Denni Meilizon ADA HAL yang selalu melekat dalam ingatan manakala menyebut kota Padang Panjang. Hujan yang tidak selalu menderu, anginnya yang lesap berebut ruang dengan kabut, hutannya yang berkelindan berpeluk-peluk dengan lembah yang basah menyesap suara binatang hutan dan bunyi kehidupan yang sedang merayakan kesyahduan dan kearifan yang dibangun melintasi abad demi abad. Dari Padang menuju Padang Panjang, jalan menukik berkelok-kelok membelah lembah dan dinding jurang bertanah liat dan karang berbatu. Air melimpah dari sulur akar-akar bergulung mengalir berkawan urat-urat tanah lalu terjun menjemput tanah, meruakkan pemandangan dan suasana, membekukan waktu dengan dingin yang nikmat. Lembah Anai yang ramainya luarbiasa. Orang-orang ramai datang dan pergi. Air Terjun tepian mandi. Tak lepas kunjungan wisatawan, kecil, muda, tua, dewasa lelaki dan perempuan. Mobil-mobil entah datang dari negeri mana berbaris terparkir melepas penat.